Jumat, 20 Desember 2013

Tunggal Putri yang berhasil mengharumkan Nama Bangsa setelah Susi Susanti

Pebulutangkis Indonesia Maria Kristin (peringkat 25 dunia), benar-benar luar biasa. Penampilan pahlawan Indonesia di arena Olimpiade 2008 Beijing ini perlu mendapat apresiasi yang setinggi-tinggi. Tentu saja medali Perunggu yang diperolehnya setelah mengalahkan peringkat 3 dunia, Lu Lan dari Cina, adalah bukti nyata prestasinya. Tetapi kita harus melihat lebih jauh lagi ke proses perjuangan bagaimana hal ini bisa dicapai. Karena ini jauh lebih penting sehingga penghargaan yang diberikan kepadanya bukan hanya sekedar meraih perunggu, melampaui target, tetapi juga bagaimana perjalanan ‘beratnya’ harus dilalui.
Berangkat dengan target 16 besar di singel putri harus berjuang mulai dari babak awal 64 peserta. Lolos dari hadangan pemain Jerman Juliane Schenk dengan rubber set, berhasil masuk ke-16 besar setelah mengalahkan Yoana Martinez dari Spanyol. Di 16 besar berhadapan dengan Unggulan 6 Tien Rasmussen dari Denmark dengan perjuangan berat rubber set.
Di 8 besar kembali harus bermain rubber set untuk mengalahkan pemain India Saina Nehwal, yang sebelumnya sukses mengalahkan unggulan 4 dari Cina Wang Chen. Perjuangan ke final kandas di tangan juara bertahan, Zhang Ning dari Cina yang merupakan unggulan 2 (dan akhirnya menjadi Juara Olimpiade 2008 dengan merebut Emas!) dalam pertarungan yang seru selama 42 Menit.
Dalam perebutan tempat ke-3 (Perunggu), Maria Kristin sukses menggilas pemain Cina lainnya, Lu Lan (Ungulan ke-3) dengan pertarungan sangat ketat 3 set dalam waktu 63 menit!
Sebagai catatan tambahan, Maria Kristin adalah satu-satunya pemain non-china yang masuk ke semifinal bulutangkis perorangan putri.
Inilah rekaman perjuangan ‘Kartini’ kita hingga meraih perunggu olimpiade 2008 Beijing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar