Jumat, 20 Desember 2013

Yang sudah lama ditunggu-tunggu Masyarakat Indonesia

Sabtu, 14 Desember 2013, 16:42 WIB

Sea Games Myanmar, Tunggal Putri Bellaetrix Manuputty Rebut Emas

Bambang Supriyanto
Bisnis.com, JAKARTA - Tunggal putri Indonesia Bellaetrix Manuputty berhasil merebut medali emas bulu tangkis Sea Games 2013 Myanmar setelah mengalahkan tunggal putri Thailand Ongbamrungphan Busanan, dengan rubber game 9-21, 21-13, 21-13.
Kemenangan Bella ini merupakan prestasi tersendiri bagi tunggal putri Indonesia, setelah terakhir kali meraih emas tunggal putri pada Sea Games 1997.
Dengan keberhasilan kekasih tunggal putra Dionysius Hayom Rumbaka ini, tim Merah Putih telah merebut dua medali emas dari cabang tepok bulu. Sebelumnya, ganda putra Indonesia merebut emas.
Bella tertinggal dahulu dari Busanan di game pertam dengan angka 9-21. Namun, Bella bisa merebut game kedua dengan skor 21-13.
Pada game ketiga, tunggal putri Indonesia yang sebelumnya juga mengandaskan tunggal putri Thailand lainnya di semi final, terlihat lebih tenang.
Bella bisa memimpin perebutan angka begitu game ketiga dimulai. Bella memimpin dengan skor 5-2. Selanjutnya melaju dengan skor 7-4.
Pada kedudukan 8-6 Bella sempat terlihat sedikit tegang. Selisih angka bertahan pada kedudukan 10-2 untuk Bella.
Namun, setelah itu Bella bisa bermain rileks dan melaju 16-10, 16-11, 16-12.
Sebaliknya, tunggal putri Thailand sering melakukan kesalahan, beberapa kali pukulan smash-nya keluar. Skor menjadi  17-12, 18-12,19-12.
Bella terasa sudah menjadi juara tunggal putri saat kedudukan  20-12, dan Busanan sempat menambah satu angka menjadi 20-13,  sebelum Bellaetrix menyudahi game dengan angka 21-13.

Sea Games Bulutangkis 2013

Hasil Lengkap Babak Final Bulutangkis Sea Games Myanmar 2013

Berry Angriawan, Ricky Karanda Suwardi, Rian Agung Saputro dan Angga Pratama | Badmintonindonesia
Berry Angriawan, Ricky Karanda Suwardi, Rian Agung Saputro dan Angga Pratama | Badmintonindonesia
Babak final Bulutangkis Sea Games 2013 sudah selesai dan berakhir kemarin. Di nomer prestisius ini para pemain-pemain bulutangkis Indonesia tampil dominan dengan menempatkan semua wakilnya pada semua nomer yang dipertandingkan. Indonesia, Thailand dan Malaysia menjadi negara-negara yang mampu loloskan wakilnya ke partai puncak bulutangkis di event negara- negara yang terletak di Asia Tenggara
Indonesia sendiri tampil menjadi juara umum dengan mengantongi 3 medali emas, tiga medali perak dan satu medali perunggu. Medali emas disumbangkan oleh ganda putra Rian Agung Saputro dan Angga pratama, tunggal putri Belaetrix Manuputy serta ganda campuran Muhammad Rijal dan Debby Susanto. Medali perak masing masing ditambah oleh ganda putra Berry Angriawan dan Ricky Karanda Suwardi, tunggal putra Dionysius Hayom Rumbaka serta ganda putri Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari. Satu-satunya medali perunggu diberikan oleh Wisnu Yuli Prasetyo pada nomer tunggal putra.

Tunggal Putri yang berhasil mengharumkan Nama Bangsa setelah Susi Susanti

Pebulutangkis Indonesia Maria Kristin (peringkat 25 dunia), benar-benar luar biasa. Penampilan pahlawan Indonesia di arena Olimpiade 2008 Beijing ini perlu mendapat apresiasi yang setinggi-tinggi. Tentu saja medali Perunggu yang diperolehnya setelah mengalahkan peringkat 3 dunia, Lu Lan dari Cina, adalah bukti nyata prestasinya. Tetapi kita harus melihat lebih jauh lagi ke proses perjuangan bagaimana hal ini bisa dicapai. Karena ini jauh lebih penting sehingga penghargaan yang diberikan kepadanya bukan hanya sekedar meraih perunggu, melampaui target, tetapi juga bagaimana perjalanan ‘beratnya’ harus dilalui.
Berangkat dengan target 16 besar di singel putri harus berjuang mulai dari babak awal 64 peserta. Lolos dari hadangan pemain Jerman Juliane Schenk dengan rubber set, berhasil masuk ke-16 besar setelah mengalahkan Yoana Martinez dari Spanyol. Di 16 besar berhadapan dengan Unggulan 6 Tien Rasmussen dari Denmark dengan perjuangan berat rubber set.
Di 8 besar kembali harus bermain rubber set untuk mengalahkan pemain India Saina Nehwal, yang sebelumnya sukses mengalahkan unggulan 4 dari Cina Wang Chen. Perjuangan ke final kandas di tangan juara bertahan, Zhang Ning dari Cina yang merupakan unggulan 2 (dan akhirnya menjadi Juara Olimpiade 2008 dengan merebut Emas!) dalam pertarungan yang seru selama 42 Menit.
Dalam perebutan tempat ke-3 (Perunggu), Maria Kristin sukses menggilas pemain Cina lainnya, Lu Lan (Ungulan ke-3) dengan pertarungan sangat ketat 3 set dalam waktu 63 menit!
Sebagai catatan tambahan, Maria Kristin adalah satu-satunya pemain non-china yang masuk ke semifinal bulutangkis perorangan putri.
Inilah rekaman perjuangan ‘Kartini’ kita hingga meraih perunggu olimpiade 2008 Beijing.

Peringkat Atlet Bulutangkis Seluruh Dunia Per 21 Nopember 2013,dan tak ada satupun single putri maupun ganda putri yang masuk kedalam 5 Besar ;(

Daftar Peringkat Bulutangkis Dunia

Lihat juga : Daftar Peringkat Junior Bulutangkis Dunia

Update ranking BWF terbaru tanggal 19 Desember 2013


Tunggal Putra ( Men’s Singles )
  1. Lee Chong Wei ( Malaysia )
  2. Chen Long ( China )
  3. Tommy Sugiarto ( Indonesia )
  4. Jan O Jorgensen ( Denmark )
  5. Kenichi Tago ( Jepang )
  6. Boonsak Ponsana ( Thailand )
  7. Du Pengyu ( China )
  8. Sony Dwi Kuncoro ( Indonesia )
  9. Wang Zhengming ( China )
  10. Tien Minh Nguyen ( Vietnam )
22. Dionysius Hayom Rumbaka ( Indonesia )
68. Simon Santoso ( Indonesia )
101. Taufik Hidayat ( Indonesia )
102. Lin Dan ( China )
Tunggal Putri ( Women’s Singles )

  1. Li Xuerui ( China )
  2. Wang Shixian ( China )
  3. Ratchanok Inthanon ( Thailand )
  4. Wang Yihan ( China )
  5. Sung Ji Hyun ( Korea )
  6. Bae Yeon Ju ( Korsel )
  7. Tai Tzu Ying ( Chinese Taipei )
  8. Saina Nehwal ( India )
  9. Juliane Schenk ( Jerman )
  10. Porntip Buranaprasertsuk ( Thailand )
17. Lindaweni Fanetri ( Indonesia )
25. Aprilla Yuswandari ( Indonesia )
36. Belaetrix Manuputi ( Indonesia )
75. Adrianti Firdasari ( Indonesia )
Ganda Putra ( Men’s Doubles )

  1. Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan ( Indonesia )
  2. Ko Sung Hyun / Lee Yong Dae ( Korea )
  3. Mathias Boe / Carsten Mogensen ( Denmark )
  4. Kim Ki Jung / Kim Sa Rang ( Korea )
  5. Liu Xiaolong / Qiu Zihan ( China )
  6. Hiroyuki Endo / Kenichi Hayakawa ( Japan )
  7. Kien Keat Koo / Boon Heong Tan ( Malaysia )
  8. Hoon Thien How / Tan Wee Kiong ( Malaysia )
  9. Lee Sheng Mu / Tsai Chia Hsin ( Chinese Taipei )
  10. Angga Pratama / Ryan Agung Saputra ( Indonesia )
24. Gideon Markus Fernaldi / Markis Kido ( Indonesia )
Ganda Putri ( Women’s Doubles )

  1. Wang Xiaoli / Yu Yang (F) ( China )
  2. Kamilla Rytter Juhl / Christinna Pedersen ( Denmark )
  3. Ma Jin / Tang Jinhua ( China )
  4. Misaki Matsutomo / Ayaka Takahashi ( Jepang )
  5. Jung Kyung Eun / Kim Ha Na ( Korea )
  6. Pia Zebadiah Bernadeth / Rizki Amelia Pradipta ( Indonesia )
  7. Jang Ye Na / Kim So Young ( Korea )
  8. Duanganong Aroonkesorn / Kunchala Voravichitchaikul ( Thailand )
  9. Reika Kakiiwa / Miyuki Maeda ( Jepang )
  10. Ko A Ra / Yoo Hae Won ( Korsel )
11. Aprilsasi Putri Lejarsar Variella / Vita Marissa ( Indonesia )
13. Nitya Krishinda Maheswari / Greysia Polii ( Indonesia )
26. Gebby Ristiyani Imawan / Tiara Rosalia Nuraidah ( Indonesia )
Ganda Campuran ( Mixed Doubles )

  1. Zhang Nan / Zhao Yunlei ( China )
  2. Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir ( Indonesia )
  3. Joachim Fischer Nielsen / Christinna Pedersen ( Denmark )
  4. Xu Chen / Ma Jin ( China )
  5. Chris Adcock / Gabrielle White ( Inggris )
  6. Peng Soon Chan / Liu Ying Goh ( Malaysia )
  7. Praveen Jordan / Vita Marissa ( Indonesia )
  8. Sudket Prapakamol / Saralee Thoungthongkam ( Thailand )
  9. Markis Kido / Pia Zebadiah Bernadeth ( Indonesia )
  10. Shin Baek Choel / Jang Ye Na ( Korsel

Liliana atau Butet dan Tantowi Juara Dunia 2013

Hendra Setiawan dan Ahsan Juara Dunia 2013

Tunggal Putra My Favorite is Taufik Hidayat

Nama : Taufik Hidayat
Tanggal Lahir : 10 Agustus 1981
Tempat Lahir : Bandung, Indonesia
Tinggi Badan : 176
Kewarganegaraan : Indonesia
Warna Rambut : Hitam
Warna Mata : Hitam
Ayah : Aris Haris
Ibu : Enok Dartilah
Istri : Armi Dianti Gumelar (sejak 4-Feb-2006)
Pernah Menjalin Hubungan Dengan : Nola (penyanyi), Deswita Maharani (aktris), Linda Rahman
Anak-anak : Natarina Alika Hidayat (perempuan, l. 3-Agt-2007), Nayutama Prawira Hidayat (laki-laki, l. 11-Jun-2010)
Populer Sejak : Meraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004
Prestasi

  • 1998: Juara Brunei Open
  • 1999: Juara Indonesia Open, Juara SEA Games
  • 2000: Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open, Juara Kejuaraan Asia
  • 2001: Juara Singapore Open
  • 2002: Juara Indonesia Open, Juara Taiwan Open, Juara Asian Games
  • 2003: Juara Indonesia Open
  • 2004: Juara Indonesia Open, Juara Kejuaraan Asia, Juara Olimpiade
  • 2005: Juara Singapore Open, Juara Kejuaraan Dunia
  • 2006: Juara Indonesia Open, Juara Asian Games
  • 2007: Juara Kejuaraan Asia, Juara SEA Games
  • 2008: Juara Macau Open
  • 2009: Juara US Open, Juara India Open
  • 2010: Juara Canada Open, Juara Indonesia GP Gold, Juara French Open SS
  • 2011: Semifinalis VICTOR- BWF Superseries Finals, Runner Up PROTON MALAYSIA OPEN SUPER SERIES, Semifinalis Victor Korea Open Super Series Premier, Semifinalis Yonex – Sunrise India Open Superseries, Perempat final Indonesia Open Superseries Premier 2011, perempat final 2011 Yonex OCBC US Open Grand Prix Gold, Runner - up 2011 Yonex Canada Open, Semi final Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011, Juara India Open Grand Prix Gold 2011
  • 2012: Semifinal MAYBANK Malaysia Open Presented by PROTON, Perempat final YONEX All England Open Badminton Championships 2012, Semi final Swiss Open 2012, Perempat final 2012 Yonex Australian Open GP Gold, Perempat final Yonex Sunrise India Open 2012, Perempat final YONEX Open Japan 2012

Senin, 16 Desember 2013

Di Indonesia, badminton dikenal juga sebagai bulutangkis. Perkembangan bulutangkis di Indonesia terkait dengan adanya kesadaran bahwa olahraga dapat membawa nama harum bangsa Indonesia di dunia. Oleh karenanya mulailah didirikan berbagai perkumpulan. Di Jakarta, berdiri perkumpulan bulu tangkis yakni Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) pada tanggal 20 januari 1947. PORI Pusat pada saat itu berkedudukan di Yogyakarta. Ketua PORI adalah Tri Tjondokusumo. Pada zaman Belanda, persatuan bulutangkis tersebut dinamakan BBL (Bataviasche Badminton Leaque) yang kemudian di lebur menjadi BBU (Bataviasche Badminton Unie ). BBU secara umum diikuti oleh orang-orang keturunan Tionghoa yang mempunyai kesadaran nasional tinggi. Lalu, mereka mengubah BBU menjadi Perbad (Persatuan Badminton Djakarta) yang diketuai oleh Tjoang Seng Tiang.
Pada tahun 1949 Perbat bertukar pikiran dengan para tokoh bulu tangkis Indonesia, antara lain Sudirman Liem Soei Liong, E. Sumantri, Ramli Rakin, Ang Bok Sun, dan Khow Dji Hoe. Selanjutnya agar organisasi ini menjangkau seluruh Indonesia, Sudirman dan rekan-rekannya menghubungi teman-temannya di seluruh Indonesia untuk mendirikan perkumpulan bulu tangkis. Pada 5 mei 1951 barulah dapat dibentuk Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Untuk selanjutnya Indonesia mulai masuk secara resmi di IBF pada tahun 1953. Empat tahun kemudian Indonesia baru mengikuti piala Thomas tahun 1957-1958.
Pada tahun 1950-an , bulutangkis sudah menjadi permainan tingkat nasional dan dimainkan diseluruh kota di Indonesia, khususnya di Sumatera, jawa, Sulawesi, dan Kalimantan.Setelah sempat berhenti pada masa penjajahan jepang, olahraga ini kembali dimainkan tidak lama setelah Indonesia merdeka. Pertandingan antar kota sudah mulai diadakan, walau hanya antar perkumpulan. Penyebaran bulutangkis di tanah air, antara lain dapat dilihat dalam pekan olahraga nasional (PON) I di Surakarta tahun 1948 yang diikuti banyak wilayah (karesidenan).

Di jawa barat, selain Bandung, Tasikmalaya, dan Cirebon, di Cianjur bulutangkis juga berkembang meskipun belum pernah menghasilkan jago yang berkiprah di tingkat nasional. Di kota kecil itu disebutkan ada delapan klub, dengan dua klub memiliki pemain baik yakni PB Chung Hua dan PB Hudaya.
Asal Usul kali ini akan membahas tentang Asal Usul Sejarah Olahraga Bulutangkis.
tanpa banyak basa basi lagi langsug saja,..

Olahraga bulutangkis sering juga disebut dengan badminton. Olah raga ini dimainkan dengan kok yang terbuat dari rangkaian bulu angsa, dan raket. Dalam permainan bulu tangkis / badminton, setiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis, sedangkan permainannya di mulai dengan melakukan servis pada salah satu pemain. Asal usul Sejarah bulutangkis pertama kali sekitar 2000 tahun yang silam, yang berkembang di Mesir, namun ada juga yang menyebutkan di india dan China. Induk organisasi olahraga badminton/bulutangkis adalah IBF (International Badminton Federation) yang didirikan pada tahun 1934 yang di pelopori oleh beberapa Negara dunia seperti inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis. Secara lebih rinci, sejarah olahraga badminton/bulutangkis dan hal-hal lain mengenai bulutangkis, dapat dipelajari dibawah ini.
Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.
Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.